Selasa, 01 Oktober 2019




Konsep Asam-Basa
Istilah asam berasal dari bahasa Latin acidus yang berarti cuka. Sementara itu, istilah basa berasal dari bahasa arab alkali yang berarti abu. Suatu senyawa dapat diketahui bersifat asam atau basa jika berada dalam bentuk larutannya.

1.     Teori Arrhenius
Pada tahun 1886, Svante August Arrhenius, ilmuwan dari swedia mengemukakan teori mengenai asam dan basa. Menurut Arrhenius, asam didefinisikan sebagai zat yang menghasilkan ion hidronium (H3O+) atau (H+) apabila dilarutkan dalam air.
Contoh :
Asam klorida
HCl(aq) + H2O(l)      H+(aq) + Cl-(aq)
Asam nitrat
HNO3(aq)        H+(aq) + NO3-(aq)
Arrhenius mendefinisikan basa sebagai zat yang menghasilkan ion hidroksida   (OH-) jika dilarutkan dalam air.
Contoh :
Natrium hidroksida
NaOH(aq)      Na+(aq) + OH-(aq)
Kalium hidroksida
KOH(aq)    K+(aq) + OH-(aq)
Teori Arrhenius hanya terbatas pada pelarut air. Jika pelarutnya bukan air dan zat yang terurai tidak menghasilkan ion H+ dan OH- maka teori ini tidak berlaku. 

2.      Teori Bronsted-Lowry
Pada 1923, Johannes Nicolaus Bronsted, kimiawan dari Denmark dan Thomas Martin Lowry, kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan tentang asam-basa. Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton, sedangkan basa adalah spesi yang bertndak sebagai penerima (akseptor) proton dalam suatu reaksi transfer proton. Teori ini melengkapi konsep asam-basa Arrhenius. Ion hidroksida (OH-) menerima ion hidrogen (H+) membentuk H2O. pada reaksi ini terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi.





3.      Teori Lewis

Pada tahun 1923, Gilbert N. Lewis, kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan asam-basa berdasarkan teori ikatan kimia. Menurut Lewis, asam adalah penerima (akseptor) pasangan elektron bebas. Sementara itu, basa adalah pemberi (donor) pasangan elektron bebas. 




Sifat Larutan Asam dan Basa
1.      Asam
·         Berasa masam
·         Korosif
·         Dalam air terurai menjadi hidrogen dan sisa asam
·         Mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah dan pH < 7
2.      Basa
·         Berasa pahit
·         Bersifat licin
·         Bersifat kaustik
·         Mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru dan pH > 7



Identifikasi Asam-Basa
Senyawa asam-basa dapat diidentifikasi secara aman menggunakan indikator. Indikator merupakan zat yang menunjukkan warna berbeda dalam kondisi asam dan basa. Indikator yang biasa digunakan antara lain
1.      Kertas Lakmus
Kertas lakmus biru jika dicelupkan ke dalam larutan asam akan berubah menjadi merah sedangkan jika kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam larutan basa akan menjadi biru.
2.      Indikator Alami
Indikator alami dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Dibuat dengan cara mengekstrak umbi, buah, dan bunga.

3.      Larutan Indikator Buatan
Indikator buatan dapat menunjukkan suatu larutan bersifat asam atau basa melalui perubahan warna. Perubahan tersebut menunjukkan kisaran pH larutan yang diuji.

4.      Alat Indikator
Alat indikator asam-basa yaitu pH-meter dan kertas indikator universal

















Sumber:
Annik Qurniawati, Erna Tri Wulandari dan Narum Yuni Margono. 2017. Kimia. Klaten: Intan Pariwara.